
Hati merupakan organ penting yang terletak di kuadran atas perut. Ini adalah organ terbesar di tubuh dan bertanggung jawab atas lebih dari seratus proses penting. Inilah sebabnya mengapa Anda perlu mempelajari gejala kerusakan hati dan bagaimana cara merawat kondisinya dengan baik.
12 gejala awal kerusakan hati
Ada lebih dari 100 penyakit hati yang berbeda dan masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Yang paling umum adalah hepatitis, penyakit hati alkoholik, sirosis dan penyakit hati berlemak. Gejala penyakit ini sering salah didiagnosis dan terdeteksi terlambat untuk bisa beraksi. Berikut adalah beberapa gejala penyakit hati yang paling umum:
Sakit perut
Muntah dan mual adalah gejala yang biasa terjadi pada banyak penyakit termasuk keracunan makanan, mabuk perjalanan, vertigo, depresi, awal kehamilan dan lain-lain. Namun, mereka juga merupakan tanda kerusakan hati dan terjadi karena ketidakmampuan organ untuk menyaring racun.
Kehilangan selera makan
Bila rusak, hati tidak bisa menghasilkan empedu yang cukup, yang berakibat pada hilangnya nafsu makan karena makanan tersebut tidak dicerna dengan benar.
Kelelahan
Merasa lelah sepanjang waktu bisa menjadi indikasi kerusakan hati karena organ bekerja lebih keras saat diserang. Dalam kasus ini, lebih banyak racun menumpuk di dalam darah dan jaringan dan mengakibatkan kelelahan konstan yang tidak boleh salah untuk keletihan sederhana.
Masalah pencernaan
Hati menghasilkan empedu untuk mencerna makanan dan lemak, namun bila fungsinya terganggu, tidak dapat menghasilkan zat yang menyebabkan diare dan gangguan pencernaan. Kekurangan empedu juga bisa menyebabkan intoleransi makanan berlemak, batu empedu, konstipasi, sindrom iritasi usus besar dan kembung.
Perubahan warna tinja
Empedu memberi tinja warna coklatnya yang normal, tapi bila ada kekurangannya, itu bisa membuat tinja berwarna kuning, abu-abu atau liat berwarna. Jika ini bersifat sementara, Anda tidak perlu takut. Namun, jika masalah berlanjut untuk sementara, Anda perlu mengunjungi dokter.
Perubahan warna urine
Urin biasanya berwarna kuning, namun kadar bilirubin meningkat dalam darah akibat kerusakan hati dapat mengubahnya menjadi kuning, hijau atau coklat.
Urin biasanya berwarna kuning, namun kadar bilirubin meningkat dalam darah akibat kerusakan hati dapat mengubahnya menjadi kuning, hijau atau coklat.
Penyakit kuning
Penyakit kuning adalah suatu kondisi yang mengubah mata seseorang, ujung jari, lidah dan kulit berwarna kuning. Hal ini disebabkan oleh kelebihan bilirubin dalam darah dan harus ditanggapi dengan serius.
Retensi cairan
Begitu hati mulai gagal, ia menyebabkan retensi cairan di kaki dan pergelangan kaki yang membuat mereka terlihat membengkak. Retensi cairan juga bisa menjadi gejala gagal jantung, ketidakseimbangan hormon, penyakit limfatik dan masalah ginjal.
Perubahan perut
Kram, nyeri dan kembung di daerah perut bisa menjadi pertanda kerusakan hati. Asites adalah suatu kondisi di mana cairan terakumulasi di daerah perut dan merupakan salah satu tanda awal kerusakan hati atau penyakit. Kerusakan hati juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi di pembuluh darah perut.
Kulit terasa gatal
Bila hati rusak, itu membuat kulit lebih peka dan bisa menyebabkan gatal dan flakiness. Bisa juga membuat pembuluh darah dan memar Anda lebih terlihat, dan masalah tidak akan hilang dengan krim sederhana.
Sakit perut
Meski bisa disebabkan banyak masalah, sakit perut juga bisa menandakan kerusakan hati atau penyakit.
Konstipasi, diare, perdarahan perut
Hati penting untuk pembekuan yang tepat, jadi bila sudah rusak bisa menyebabkan perdarahan, diare dan konstipasi.Ini hanya sebagian kecil dari daftar lengkap gejala kerusakan hati. Kerusakan hati atau penyakit juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon seks dan ginekomastia, dan juga bisa mengakibatkan hilangnya libido. Jika Anda melihat gejala di atas, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar